Kementerian BUMN Mulai Memproses Membayaran Klaim Jiwasraya

Kementerian BUMN Mulai Memproses Membayaran Klaim Jiwasraya – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini memproses pembayaran klaim pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya milik pemerintah, kata seorang pejabat tinggi.

Wakil Menteri BUMN Kartika “Tiko” Wirjoatmodjo mengatakan pada hari Jumat bahwa kementerian masih menunggu untuk mengkonfirmasi jumlah klaim yang belum dibayar berdasarkan angka audit Pengawas Keuangan Keuangan Pembangunan (BPKP). Setelah itu, kementerian akan mengkonfirmasi nomor dengan masing-masing pemegang polis sehingga dapat memproses klaim.

“Kami akan memprioritaskan pembayaran untuk produk [asuransi jiwa] konvensional karena sebagian besar kebijakan dipegang oleh pensiunan,” kata Tiko. Kementerian BUMN dikatakan telah menyisihkan Rp 400 miliar (US $ 24,4 juta) untuk membayar klaim, menurut laporan kompas.com. DominoQQ

Jiwasraya mendapat sorotan menyusul kegagalannya membayar polis nasabah yang jatuh tempo senilai Rp 16 triliun karena kesalahan manajemen investasi, mendorong Kejaksaan Agung (Kejaksaan Agung) untuk meluncurkan penyelidikan korupsi. Kejaksaan telah menetapkan enam tersangka, menahan semuanya, dan menangguhkan 800 rekening efek yang terkait dengan Jiwasraya.

Koordinator Forum Klien Paket Hemat Jiwasraya, Rudhyanto, mengatakan keputusan Kementerian BUMN untuk memprioritaskan pemegang polis asuransi jiwa tidak adil bagi klien JS Saving Plan.

“Seharusnya tidak ada perbedaan dalam perlakuan antara produk konvensional dan pemegang polis rencana tabungan,” kata Rudhyanto kepada The Jakarta Post, Senin.

Meskipun memprotes, klien rencana tabungan mengakui bahwa mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk membantu mendapatkan kembali uang mereka setelah perusahaan asuransi yang sakit gagal membayar klaim produk, yang jatuh tempo pada 2018 dan seterusnya.

“Jiwasraya telah, sejak awal, gagal menciptakan jalur komunikasi yang jelas dengan kami atau bank yang membantunya menjual produk dan terus melakukannya,” kata Rudhyanto. Saat ini, kami tidak tahu siapa yang seharusnya kami minta untuk mendapatkan informasi yang jelas tentang pembayaran kami.

Melihat situasinya, ia mengatakan pemegang polis JS Saving Plan hanya bisa berharap bahwa perusahaan asuransi yang sakit akan mendapatkan uang mereka kembali setelah disalahgunakan oleh Jiwasraya.

Sementara itu, Kementerian BUMN berencana untuk menjual beberapa aset yang dimiliki oleh perusahaan asuransi yang sakit, termasuk pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Cilandak Town Square (Citos) dan koleksi reksa dana dalam upaya untuk membayar klaim klien.

Kementerian menekankan bahwa suntikan modal negara ke Jiwasraya akan menjadi upaya terakhir dalam upaya pemerintah untuk menyelamatkan perusahaan asuransi yang sakit ketika kementerian dan DPR membahas beberapa skenario untuk menyelamatkan penanggung dari kebangkrutan dan membantu membayar klaim pemegang polisnya .

Arya Sinulingga, asisten Menteri Erick Thohir, mengatakan awal bulan ini bahwa mereka akan memprioritaskan BUMN lain untuk membeli aset. Namun, perusahaan yang dikelola negara yang tertarik perlu menawarkan harga yang kompetitif karena kementerian tidak akan menjual aset di bawah harga pasar.

Dia menambahkan bahwa aset pribadi dari mereka yang diduga mengambil bagian dalam kasus salah urus investasi Jiwasraya tidak akan tersedia untuk dijual kecuali ada putusan pengadilan untuk efek yang dapat memakan waktu dua hingga tiga tahun.

Sebelumnya, Kejaksaan menyita aset senilai Rp13,1 triliun dari enam tersangka dalam kasus dugaan salah kelola investasi. Di antara aset yang disita adalah perhiasan, sertifikat tanah, kendaraan, batu bara dan tambang emas.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *